Isu Diskualifikasi Usai Menang, Bang One Sebut Dirinya Terzalimi

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Isu diskualifikasi usai menang dalam pemilihan Ketua RW 8 Kelurahan Ujung Bulu memicu aksi unjuk rasa. Forum Masyarakat Peduli Demokrasi menggelar unjuk rasa di Kantor Kelurahan Ujung Bulu, Kota Parepare, Senin (19/1/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas belum ditetapkannya pemenang pemilihan Ketua RW 8, meskipun hasil pemungutan suara telah selesai dilaksanakan.

Dalam jumpa pers usai aksi, Bang One menegaskan bahwa dirinya telah melalui seluruh tahapan pemilihan dan dinyatakan sebagai peraih suara terbanyak. Namun hingga kini, penetapan dirinya sebagai Ketua RW 8 belum dilakukan.

“Saya sudah melalui semua proses. Semua sudah dilalui. Kami hanya mau tahu kenapa lurah selalu menunda penetapan saya sebagai RW,” ujar Bang One.

Bang One mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui telah dianggap didiskualifikasi, meskipun telah memenangkan pemilihan. Diskualifikasi tersebut disebut berkaitan dengan surat keterangan kesehatan yang dipersoalkan.

Ia menjelaskan bahwa surat keterangan kesehatan awal memang tidak diambil langsung olehnya di Puskesmas Lapadde. Namun pada masa perbaikan berkas, ia telah mengganti surat keterangan kesehatan dari dokter lain sesuai arahan panitia.

“Pada saat perbaikan, panitia sendiri yang meminta saya menurunkan surat keterangan kesehatan yang baru. Setelah saya serahkan, ketua panitia menyampaikan bahwa berkas saya sudah aman,” jelasnya.

Menurut Bang One, setelah tahapan administrasi dinyatakan selesai, proses pemilihan terus berjalan hingga pelaksanaan sosialisasi kandidat, pemungutan suara, dan penetapan hasil. Ia menyebut dirinya memenangkan pemilihan dan situasi di RW 8 berlangsung kondusif. Namun, setelah itu muncul gugatan yang dinilainya telah melewati masa sanggah sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Dalam Perwali sudah jelas, setelah hasil ditetapkan tidak ada lagi gugatan. Tapi justru setelah itu gugatan diterima. Saya merasa dizalimi,” tegasnya.

Bang One juga menyinggung status dirinya sebagai penyandang disabilitas. Ia menyatakan telah mengabdi sebagai RW selama 10 tahun dan aktif membantu masyarakat, tidak hanya di wilayahnya sendiri, tetapi juga warga dari RW dan kelurahan lain.

“Saya ini orang difabel, saya buta, tapi saya sudah bekerja. Saya membantu masyarakat dengan tulus. Saya tidak ambisius mau jadi RW, tapi masyarakat memilih saya dan saya menang,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah tidak mendiskriminasi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih selama mampu menjalankan tugas.
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *