Pasar Murah 11 Maret di Binalipu, SPHP Segera Disalurkan ke 22 Kelurahan

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare terus berupaya menekan laju inflasi daerah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap hari Selasa di berbagai kelurahan. Selain itu, Pemkot Parepare juga akan menggelar gerakan pasar murah serentak tingkat Sulawesi Selatan pada 11 Maret mendatang di Lapangan Binalipu serta menyalurkan beras SPHP ke 22 kelurahan dengan harga jual Rp55.000 per sak.

Program ini menghadirkan bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar untuk membantu meringankan beban masyarakat.

Kepala Bidang Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Akibar, S.IP, mengatakan Gerakan Pangan Murah dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta mitra dari beberapa pedagang dan sejumlah instansi terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, beras dijual dengan harga Rp55.000 per sak, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp60.000.

“Kami bekerja sama dengan Bulog menyalurkan beras murah sesuai dengan harga dari Bulog yakni harga Rp55.000. Dengan harga ini tentunya masyarakat sangat terbantu dengan harga beras yang jauh lebih murah dibanding dengan harga di pasaran hal ini juga sekaligus sebagai langkah konkret pengendalian inflasi di Kota Parepare,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026) kemarin.

Pada pelaksanaan terbaru di Kelurahan Labukkang, Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan sebanyak 2 ton yaitu 400 sak beras SPHP ukuran 5 kg yang diperuntukkan kepada masyarakat. Selain beras, sejumlah komoditas lain juga dipasarkan dengan harga terjangkau oleh para mitra yang tergabung dalam kegiatan pasar murah.

Akibar menjelaskan, kegiatan ini digelar secara bergilir di seluruh kelurahan di Parepare. Pemerintah kota juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk memastikan informasi pasar murah tersampaikan dengan baik kepada warga.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Parepare berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli warga di tengah potensi kenaikan harga bahan pangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *