Dapur MBG Polres Parepare Kantongi SLHS, Kapolres Pastikan Keamanan Pangan Teruji

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Parepare telah resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Jumat (12/6/2026) lalu. Namun, operasional dapur tersebut masih menunggu proses pemenuhan ketentuan, karena berdasarkan aturan dapur harus berjalan terlebih dahulu selama 30 hari sebelum seluruh tahapan evaluasi dinyatakan tuntas.

Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, menjelaskan proses penerbitan SLHS dilakukan saat dapur mulai beroperasi. Menurutnya, waktu penerbitan sertifikat cukup panjang karena harus melalui serangkaian uji sampel yang dilakukan oleh pihak laboratorium eksternal.

“Kenapa prosesnya lama, karena ada uji sampel air, makanan dan komponen lainnya yang harus dibawa ke laboratorium. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama karena diproses pihak eksternal, bisa satu minggu, dua minggu bahkan sampai berbulan-bulan, itu yang menjadi penghambat,” ujar Indra saat pertemuan bersama awak media di Cafe RKS Sweetness, Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Senin (15/6/2026) kemarin.

Ia menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari memiliki standar berbeda dibanding SPPG lainnya, karena seluruh operasional dapur telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan dapat diperiksa secara terbuka.

Menurut Indra, setiap makanan yang diproduksi tidak langsung didistribusikan sebelum melalui tahapan pemeriksaan keamanan pangan oleh tim Dokkes kepolisian.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat khusus yang disiapkan Mabes Polri guna memastikan makanan aman dikonsumsi anak-anak penerima program MBG.

“Sebelum makanan keluar ada pengecekan keamanan oleh pihak Dokkes. Ada alat dari Mabes untuk memastikan makanan layak dikonsumsi anak-anak,” katanya.

Selain itu, pengecekan parameter kandungan berbahaya seperti merkuri, bahan pengawet, dan unsur lain juga dilakukan setiap hari sebagai bagian dari pengawasan rutin. Hal tersebut, kata Kapolres, menjadi pembeda utama dapur MBG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari dibanding dapur penyedia makanan lainnya.

“Inilah yang membedakan dapur Yayasan Kemala Bhayangkari. Sistem pengawasannya berjalan setiap hari dan silakan dicek langsung,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *