INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) bidang penyiaran radio dan sablon bagi warga Kelurahan Lakessi, Kota Parepare, resmi ditutup, Selasa (14/7/2026).
Program yang merupakan kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan melalui BBPVP Pangkep ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di masyarakat.
Ketua PKPM, Muhtar Abdullahi, mengatakan pelatihan berlangsung selama 10 hari dengan komposisi pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik. Selama pelatihan, peserta mengikuti kegiatan selama delapan jam setiap hari untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja maupun berwirausaha.
“Bekal yang diperoleh selama pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan pendapatan keluarga, memperoleh pekerjaan, atau bahkan membuka usaha sendiri. Itulah tujuan utama program dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Muhtar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan BBPVP Pangkep yang telah mempercayakan pelaksanaan program tersebut di Parepare. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki keterampilan kerja.
Muhtar menjelaskan sebagian besar peserta berasal dari program pendidikan kesetaraan yang sebelumnya belum memiliki keahlian khusus.
Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi warga Kelurahan Lakessi meski sebelumnya telah dilakukan sosialisasi melalui RT dan RW. Dari sejumlah nama yang diusulkan, hanya dua warga Lakessi yang mengikuti pelatihan hingga selesai.
Dalam kesempatan itu, Muhtar turut mengajak peserta memanfaatkan akun Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan. Menurutnya, platform tersebut tidak hanya menyediakan pelatihan melalui Skillhub, tetapi juga berbagai program lain seperti bantuan UMKM, informasi lowongan kerja, hingga program Maganghub.
Ia mengungkapkan, pendaftaran Maganghub bagi lulusan S1 tahun 2026 dijadwalkan dibuka mulai 15 Juli dengan target penerimaan sebanyak 150 ribu peserta secara nasional dalam tiga gelombang. Program tersebut memberikan kesempatan magang selama enam bulan dengan insentif sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan penyiaran radio, Arsih, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti pelatihan. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dengan menghadirkan jenis pelatihan yang lebih beragam, seperti pelatihan bahasa asing maupun keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
“Kalau belum mendapat pekerjaan, setidaknya kami punya bekal untuk menciptakan lapangan kerja sendiri,” katanya.
Perwakilan Lurah, sekretaris Lakessi, Muh. Amin, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
Ia berharap kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini dapat terus dilaksanakan di Kelurahan Lakessi karena dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan masyarakat setempat. (*)