INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ujung, Kota Parepare, Tambi T, mengaku kaget setelah mengetahui saldo rekening tabungannya berkurang sekitar Rp100 juta. Korban mengaku tidak pernah memiliki maupun menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), namun berdasarkan informasi awal yang diterimanya, transaksi yang menyebabkan berkurangnya saldo tersebut tercatat melalui penggunaan kartu ATM.
Tambi mengatakan dirinya mengetahui saldo rekeningnya menyusut drastis tanpa pernah melakukan transaksi penarikan. Ia pun telah mendatangi BRI Unit Ujung dan Kantor Cabang BRI Parepare untuk meminta penjelasan terkait kejadian tersebut. Namun, hingga kini ia mengaku belum memperoleh penjelasan yang memuaskan.
“Saya sudah ke BRI Unit Ujung dan juga ke BRI Cabang, tetapi belum ada penjelasan yang memuaskan. Saya tidak tahu kenapa uang saya bisa hilang dari rekening,” ujar Tambi, saat konfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Pengakuan korban yang tidak memiliki kartu ATM memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi. Kasus ini pun menjadi perhatian berbagai pihak dan diharapkan dapat segera diungkap melalui proses penelusuran yang menyeluruh.
Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim, meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Menurutnya, apabila benar korban tidak memiliki kartu ATM tetapi transaksi tercatat menggunakan ATM, maka hal itu perlu ditelusuri secara serius.
“Kalau benar korban tidak memiliki kartu ATM, tetapi transaksi tercatat menggunakan ATM, tentu ini perlu diusut. Aparat penegak hukum perlu menelusuri apakah ada dugaan tindak pidana atau celah pada sistem yang dimanfaatkan pihak tertentu,” kata Uspa.
Ia juga mendorong agar sistem pengamanan perbankan dievaluasi apabila nantinya ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan yang merugikan nasabah.
Sementara itu, pihak manajemen BRI Cabang Parepare menyatakan berkomitmen membantu menelusuri laporan yang disampaikan nasabah. Perwakilan manajemen BRI Cabang Parepare, Hendra, mengatakan pihaknya telah mengundang Tambi untuk datang ke kantor cabang agar proses klarifikasi dan penelusuran dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Kami ingin bertemu langsung dengan nasabah agar dapat menelusuri bersama riwayat transaksi yang terjadi. Apabila beliau berkenan datang besok sekitar pukul 08.00 WITA saat jam pelayanan dimulai, kami siap membantu melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Hendra.
Menurut Hendra, dalam proses tersebut pihak bank akan melakukan verifikasi terhadap riwayat transaksi, status kepemilikan kartu ATM, serta pemeriksaan data dan log sistem guna mengetahui penyebab berkurangnya dana di rekening nasabah. BRI berharap proses klarifikasi bersama nasabah dapat mengungkap secara pasti kronologi dan penyebab transaksi yang dipersoalkan. (*)