Miris! Jembatan Penghubung Tiga Desa di Pinrang Kian Rapuh, Warga Minta Pemkab Tak Berpangku Tangan

INSIDENNEWS.com, PINRANG– Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bakaru, Desa Kariango, dan Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kini memprihatinkan. Kerusakan yang semakin parah dikhawatirkan mengancam keselamatan masyarakat karena berisiko ambruk, menyebabkan pengguna tergelincir, hingga memicu kecelakaan fatal.

Berdasarkan laporan warga setempat, jembatan tersebut telah dibangun sejak puluhan tahun lalu sehingga kondisi infrastrukturnya sudah menua. Sejumlah bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu tampak lapuk dan ambrol, sehingga sangat membahayakan bagi warga yang melintas.

Meski berada dalam kondisi rusak berat, jembatan gantung itu tetap menjadi satu-satunya akses utama yang menghubungkan ketiga desa. Warga tidak memiliki pilihan lain selain mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi menjalankan aktivitas perekonomian, bekerja, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang segera turun tangan memperbaiki jembatan gantung Bakaru-Kariango yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah ada korban jiwa,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut warga, kondisi jembatan tersebut telah berulang kali disuarakan melalui berbagai media, termasuk unggahan foto dan video di media sosial yang memperlihatkan kerusakan pada bagian lantai dan konstruksi jembatan. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Pinrang maupun Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur jalan dan jembatan.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan inspeksi dan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah. Mereka menilai penanganan cepat sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merenggut korban jiwa, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga yang bergantung pada jembatan tersebut setiap hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *