INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam membangun kota yang bermartabat. Penegasan itu disampaikan pada Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare masa khidmat 2026–2031 yang mengusung tema “Mempererat Sinergi Ulama, Umara, dan Ummat untuk Parepare yang Terbaik, Sejahtera, dan Maju” di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu (25/7/2026).
Wali Kota Parepare yang diwakili Sekretaris Daerah Amarun Hamka mengatakan, MUI bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menjaga arah moral pembangunan, membimbing umat, memperkuat persatuan, serta menghadirkan ketenteraman di tengah masyarakat.
Menurut Amarun, Musda VII MUI tidak hanya menjadi agenda memilih kepengurusan baru, tetapi juga momentum melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan umat yang semakin kompleks. Ia menilai organisasi yang besar adalah organisasi yang berani mengevaluasi diri, memperbaiki kelemahan, menjaga kepercayaan umat, dan tetap berpegang pada prinsip serta jati dirinya.
Amarun menegaskan, MUI memiliki peran strategis sebagai Khadimul Ummah atau pelayan umat dan Sadiqum Hukumah sebagai mitra pemerintah yang jujur dan terpercaya. Karena itu, hubungan ulama dan umara harus dibangun di atas kejujuran, saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling menguatkan agar pembangunan memiliki pijakan moral yang kokoh.
Ia juga mengingatkan pentingnya dakwah yang mampu menjawab tantangan era digital. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan ulama yang mampu menghadirkan narasi keagamaan yang damai, menyejukkan, serta mudah dipahami, termasuk melalui media digital.
Menurutnya, dakwah saat ini tidak cukup hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga harus hadir di sekolah, kampus, lingkungan masyarakat, hingga media sosial agar generasi muda memperoleh pemahaman agama dari sumber yang benar.
Lebih lanjut, Amarun menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak masyarakat, kuatnya ketahanan keluarga, terjaganya kerukunan, dan tumbuhnya kepedulian sosial. Dalam konteks tersebut, MUI dinilai memiliki peran penting sebagai penjaga nurani pembangunan agar setiap kebijakan pemerintah tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan kemaslahatan umat.
Pemerintah Kota Parepare, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan MUI dalam penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, ketahanan keluarga, literasi digital, pengembangan ekonomi umat, kepedulian sosial, hingga menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ia berharap MUI tidak hanya hadir saat pemerintah membutuhkan, tetapi juga aktif memberikan masukan dan kritik yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan strategis.
Menutup sambutannya, Amarun mengajak seluruh peserta Musda menjaga suasana musyawarah yang sejuk, penuh ukhuwah Islamiyah, serta mengedepankan akhlakul karimah. Ia berharap Musda VII MUI Parepare melahirkan kepengurusan yang solid, mampu merangkul seluruh elemen umat, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui keteladanan, kejujuran, dan pengabdian bagi kemaslahatan Kota Parepare. (*)