Wawali Parepare Soroti Sulitnya LPG 3 Kg, Satgas Pengawasan Segera Dibentuk

INSIDENNEWS.com, PAREPARE–
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menyoroti sulitnya masyarakat mendapatkan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Kota Parepare. Menyikapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan untuk memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, Rabu (29/7/2026).

Hermanto mengatakan, persoalan distribusi LPG 3 kg telah dibahas dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Hiswana Migas, dan Pertamina. Dalam rapat itu, Pemkot meminta penjelasan terkait keluhan warga yang kesulitan memperoleh LPG bersubsidi.

Menurut Hermanto, berdasarkan penjelasan Pertamina, stok LPG 3 kg di Parepare masih tersedia. Namun, masyarakat membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan gas sehingga menimbulkan kesan terjadi kelangkaan.

“Kalau menurut saya belum bisa dikatakan langka karena persediaannya masih ada. Tetapi memang masyarakat lebih lama untuk mendapatkan LPG 3 kilogram,” ujar Hermanto.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Parepare akan melaporkan persoalan tersebut kepada Wali Kota Parepare. Pemerintah juga berencana membentuk Satgas yang bertugas melakukan pengawasan dan pengecekan langsung di pangkalan-pangkalan LPG untuk memastikan penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran.

Ia menambahkan, jika hasil pengawasan menunjukkan kuota LPG 3 kg untuk Parepare belum mencukupi, Pemkot akan berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dapat ditambah sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan tidak menimbulkan kepanikan.

Selain itu, Pemkot juga akan mendalami dugaan adanya penyimpangan distribusi LPG 3 kg, termasuk kemungkinan penyaluran ke luar daerah atau penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya. Dugaan tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Parepare.

“Kami akan turun langsung mengecek apakah dugaan itu benar terjadi di lapangan. Untuk sanksi terhadap pangkalan yang terbukti melanggar, kami akan berkoordinasi dengan Pertamina, sedangkan langkah dari pemerintah daerah akan dibahas bersama Wali Kota,” pungkas Hermanto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *