Wali Kota Parepare Tekankan Penguatan Akhlak dan Kompetensi Guru pada Upacara HUT PGRI ke-80

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional tahun 2025 tingkat Kota Parepare digelar melalui upacara resmi oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Parepare di Lapangan Binalipu, Kelurahan Bacukiki Barat, Senin (1/12/2025). Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bertindak langsung sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Wali Kota menegaskan pentingnya penguatan pendidikan akhlak dan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an bagi peserta didik, khususnya siswa Muslim. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Parepare telah memulai tes mengaji untuk guru dan pegawai sebagai upaya memastikan kualitas pembinaan karakter generasi muda.

“Banyak yang mendengar bahwa di pemerintahan ini kami ada tes mengaji bagi umat Islam. Semua pasti tahu mengaji, hanya karena jarang dibuka lagi jadi terlupa. Ini penting, karena anak-anak kita banyak yang jauh dari akhlak, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali huruf-huruf hijaiyah,” ujar Tasming.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat standar kelulusan terkait kemampuan dasar keagamaan.

“Insyaallah tahun depan, anak-anak kelas 4 sampai 9 tidak akan naik jika tidak tahu mengaji. Kita harus memperkuat itu. Bahkan Gubernur juga menyampaikan bahwa siswa SMA tidak akan naik kelas jika tidak hafal Juz Amma,” jelasnya.

Lebih jauh, Tasming menilai bahwa kualitas kepala sekolah menjadi kunci pembentukan karakter peserta didik. Ia membayangkan masa depan pendidikan Parepare yang lebih baik apabila seluruh kepala sekolah memiliki kompetensi, akhlak, dan karakter yang kuat.

“Jika semua kepala sekolah di Parepare memiliki kompetensi dan akhlak yang baik, gurunya akan kuat, muridnya juga akan berkarakter. Dengan begitu, Parepare akan memiliki generasi pelanjut yang berkualitas,” ungkapnya.

Wali Kota berharap momentum Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 dapat memperkuat semangat seluruh insan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Kota Parepare.

Ia menutup sambutannya dengan dua pantun, Sore tiba di lapangan Binalipu Langit jingga tampak berseri, upacara digelar penuh bakti dan rindu untuk guru hebat penjaga negeri.

sore tiba burung kembali, terbang rendah menuju sarang, terima kasih guru kami jasamu abadi sepanjang jalan gemilang, tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *