INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Maraknya penggunaan mobil listrik di wilayah Ajatappareng mendorong PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), khususnya di Kota Parepare dan daerah penyangga sekitarnya.
Risman dari PLN mengungkapkan, meningkatnya penjualan mobil listrik pada akhirnya bermuara pada kesiapan PLN dalam menyediakan infrastruktur pendukung, mulai dari kapasitas mesin pengisian hingga penentuan titik-titik SPKLU yang strategis. PLN pun telah memetakan potensi kebutuhan, terutama menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada momen tertentu seperti Lebaran, Selasa (20/1/2026)
“Kami sudah memetakan potensi untuk meng-cover wilayah kerja Barru–Parepare, Parepare ke Pinrang, hingga Sidrap. Persiapannya harus matang agar layanan tetap optimal,” ujar Risman.
Ia menyebutkan, aktivitas pengisian mobil listrik di Parepare tergolong tinggi. Dalam sehari, tercatat bisa mencapai 10 unit mobil listrik yang melakukan pengisian daya, baik pada pagi maupun siang hari.
Saat ini, SPKLU telah tersedia di Barru dan Parepare. Untuk jalur menuju Toraja fasilitas pengisian daya berada di Rappang, ke arah Palopo siapakan Tanru Tedong, hingga Belopa. Sementara itu, SPKLU di Sidrap masih menunggu kedatangan mesin. Pengguna mobil listrik juga dapat melakukan perjalanan Parepare–Palopo dengan pengisian penuh, bahkan wilayah Soppeng telah terlayani. Informasi lokasi SPKLU dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.
Manajer PLN, Muh. Akbar, menjelaskan bahwa ke depan pihaknya berencana menambah kapasitas mesin pengisian hingga 180 kW. Saat ini, kapasitas pengisian masih berada di kisaran 45–50 kW dengan waktu pengisian sekitar 30 menit dari 30 persen hingga 80 persen.
“Dengan pengisian 50 kW, mobil sudah bisa digunakan pulang-pergi Parepare–Makassar. Biayanya sekitar Rp130 ribu, atau sekitar Rp2 ribu per kW,” jelas Akbar.
Ia membandingkan biaya operasional mobil listrik dengan mobil berbahan bakar bensin yang dinilainya jauh lebih mahal.
“Kalau mobil bensin bisa habis Rp300 ribu untuk perjalanan PP, mobil listrik jauh lebih hemat. Di Parepare, biayanya sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ungkapnya.
PLN juga berencana melengkapi setiap lokasi SPKLU dengan fasilitas pendukung seperti lounge agar pengguna dapat menunggu dengan nyaman.
“Kami ingin setiap SPKLU punya tempat istirahat, bisa duduk santai, nonton, atau ngopi. Di PLN Parepare sendiri sudah tersedia fasilitas tersebut,” katanya.
Risman menjelaskan, Selain SPKLU umum, PLN turut menawarkan layanan Home Charging Services bagi pengguna mobil listrik rumahan. Melalui layanan ini, PLN memasang meter khusus untuk pengisian daya di rumah dengan biaya pemasangan sekitar Rp1,7 juta.
“Mobil listrik unggul dari sisi biaya operasional dan pajak. Ke depan, penggunaannya akan terus meningkat, dan PLN siap mendukung penuh,” pungkas Risman. (*)