INSIDENNEWS.com, PAREPARE– Anggota DPRD Parepare, Sappe, S.H, menggelar reses di Kecamatan Bacukiki Barat, Sabtu (14/2/2026), di Paputo Beach, Kelurahan Lumpue. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait jalan rusak, perbaikan lorong, hingga biaya wisuda TPA yang dinilai memberatkan orang tua.
Mayoritas aspirasi yang mencuat berasal dari sejumlah titik seperti Lorong Lumpue, Bumi Harapan, dan Cappa Galung. Warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur karena kondisi jalan dan lorong dinilai menghambat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, persoalan biaya wisuda anak TPA di bawah naungan Kementerian Agama turut menjadi sorotan. Biaya yang disebut mencapai sekitar Rp400 ribu per anak dinilai cukup membebani. Bahkan, ada laporan bahwa anak tidak diikutkan wisuda jika orang tua tidak mampu membayar.
Sappe menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Parepare sebagai bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan DPRD memiliki fungsi penganggaran dan pengawasan untuk memastikan kepentingan masyarakat mendapat prioritas.
“Eksekusinya memang di pemerintah daerah, tetapi kami akan menjalankan fungsi pengawasan jika usulan masyarakat tidak ditindaklanjuti,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya sejumlah kegiatan yang di-hold oleh dinas terkait, termasuk perbaikan sekolah dan lorong yang dinilai bersifat mendesak. Menurutnya, alasan efisiensi anggaran perlu dipertimbangkan kembali mengingat adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang cukup besar.
Reses tersebut merupakan bagian dari agenda resmi DPRD yang berlangsung pada 13 hingga 16 Februari 2026, dengan pembagian sesi karena jumlah undangan per anggota tahun ini dikurangi menjadi 400 orang.
Sappe berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan aspirasi yang menyangkut kepentingan umum demi mewujudkan Parepare yang lebih sejahtera dan maju. (*)