PLTU Barru Pastikan Operasional Tetap Aman di Tengah Musim Kering, Abu Jadi Perhatian

INSIDENNEWS.com, PAREPARE– PLTU Barru memastikan operasional pembangkit tetap aman di tengah kondisi musim kering. Namun, kondisi angin dan potensi sebaran abu menjadi perhatian sehingga sejumlah langkah antisipasi terus dilakukan.

Hal itu disampaikan Asisten Manajer Administrasi, Muhammad Budi Setiawan, saat jumpa pers bersama awak media di Kafe Hans, Jalan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Selasa (22/9/2026).

Budi mengatakan, kondisi musim kering memberikan dampak terhadap aktivitas di sekitar pembangkit, terutama kondisi angin yang dapat memengaruhi sebaran abu.

“Dampak di kami yang jelas ini terkait dengan musim kering seperti ini. Satu, terkait dengan kondisi air, terus kemudian terkait dengan kondisi angin. Kondisi angin inilah yang sekiranya sangat berdampak ke kami, terutama terkait dengan beberapa hal terkait abu dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi sebaran abu, pihaknya melakukan penyiraman secara rutin serta memasang paranet dan terpal di sejumlah titik yang dinilai rawan.

“Kami tetap antisipasi dengan melakukan penyiraman, terus kemudian ada beberapa kami pasang paranet dan juga kami pasang terpal di beberapa titik yang sekiranya memang kondisi untuk abu ini cukup riskan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat serta melakukan penyiraman pada sejumlah jalan yang menjadi akses masyarakat.

Budi menjelaskan, musim kering tidak terlalu berdampak terhadap operasional PLTU karena pembangkit menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama. Berbeda dengan sejumlah PLTA yang bergantung pada ketersediaan air.

“Kalau untuk PLTU sendiri itu tidak terlalu berdampak karena memang kami menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utamanya. Tapi memang ada beberapa PLTA yang menggunakan bahan baku air, nah itu yang sangat terdampak karena dari kondisi El Nino ini terjadi kekeringan,” jelasnya.

Dari sisi pasokan batu bara, Budi memastikan pengiriman masih berjalan normal. Meski demikian, penanganan khusus tetap dilakukan, salah satunya penyiraman untuk mengurangi potensi sebaran abu.

“Pengiriman batu bara alhamdulillah tidak ada kendala. Di kami masih tetap berjalan seperti normal biasa. Hanya saja memang perlu beberapa treatment khusus, seperti penyiraman terlebih dahulu supaya sebaran abunya tidak terlalu banyak,” katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini operasional PLTU tetap aman dan tidak mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Pemantauan rutin serta pemeriksaan dan pemeliharaan mesin terus dilakukan untuk menjaga keandalan pembangkit.

“Sejauh ini kalau untuk PLTU tidak ada kewalahan. Kalau untuk PLTU tetap aman, tidak ada kondisi yang sekiranya cukup mengkhawatirkan. Dari kami paling tetap melakukan pemantauan rutin, terus kemudian pemeriksaan ke pemeliharaan mesin yang cukup rutin juga,” tuturnya.

Budi menambahkan, PLTU tersebut telah beroperasi dengan kapasitas maksimum sekitar 200 Megawatt dan berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

“Jadi kami berkontribusi kurang lebih sekitar 10 persen,” ujarnya.

“Kami sudah cukup dengan kapasitas maksimum dengan 200 Megawatt, sudah kami kontribusi ke sistem kelistrikan Sulselrabar,” pungkasnya.

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, pihaknya juga rutin menggelar pengobatan gratis. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat sekaligus melihat penyebab keluhan yang dialami warga.

Budi mengatakan, keluhan seperti batuk maupun penyakit kulit perlu diperiksa secara medis untuk memastikan penyebabnya, termasuk apakah berkaitan dengan debu atau faktor lainnya.

“Kami lakukan pengobatan gratis rutin itu kan, Pak, buat mengecek kondisi masyarakat. Sejauh ini pada saat kami melakukan pengobatan gratis, satu, ada yang batuk, kami dilihat dari sisi medis, apakah memang betul efek utamanya itu dari debu atau cuma ada efek lain,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *