• Rab. Apr 24th, 2024

Solid, SMSI Parepare-Pinrang Bantu Meringankan Beban Warga Dampak Gempa Bumi di Majene Sulbar

By

Jan 18, 2021

INSIDENNEWS.com, MAJENE– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan semakin solid, utamanya pengurus wilayah Kota Parepare dan Kabupaten Pinrang.

Kesolidan ini terlihat saat Ketua SMSI Kabupaten Pinrang dan Pengurus SMSI Kota Parepare Bidang Penanggulangan Bencana Alam, membantu warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dalam perbaikan tenda dan perbaikan jaringan listrik.

Ketua SMSI Kabupaten Pinrang, Andi Daeng Tojeng yang berada di lokasi bencana tengah melaksanakan tugas berkata, “sangat miris melihat kondisi para pengungsi di pengungsian Sport Center Kabupaten Majene.”

Pasalnya kata ketua SMSI Kabupaten Pinrang, “bantuan yang masuk dari luar daerah Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Majene itu sangat banyak dan Itu banyak di Polsek Banggai.

“Bantuan ini terus mengalir dari luar kabupaten tetangga, namun sangat disayangkan pemerintah Kabupaten Majene khususnya, di Kecamatan Banggad tidak ada perhatian kepada warganya yang ada di pengungsian stadion pusat olahraga,” tegasnya.

Lanjut kata dia, kurang lebih dua ribu jiwa warga yang mengungsi di Stadion Sport center dan ini terbagi di seluruh wilayah kecamatan Banggae.

“Warga yang mengungsi saat ini, sudah menderita sakit, bayi, balita, dan orang dewasa, dampak hujan yang disertai angin kencang pada hari Minggu (17/1/2021) kemarin,” ujarnya.

Ketua SMSI Kabupaten Pinrang dan Pengurus SMSI Kota Parepare Bidang Penanggulangan Bencana Alam, juga memberikan obat kepada, istri dari Sudi yang merupakan, pengungsi dari Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae Sulawesi Barat.

Sementara, Pengurus SMSI Kota Parepare Bidang Penanggulangan Bencana Alam, Andi Fajar mengatakan, sangat prihatin saat ratusan tenda pengungsi gempa, di Stadion Sport Center, porak poranda saat lokasi ini dilanda hujan yang disertai angin kencang.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi para pengungsi saat hujan turun dan malam hari yang hanya menggunakan lilin sebagai sumber pencahayaan,” ucapnya.

Selain itu, Andi Fajar menambahkan, melihat mereka dengan kondisi saat ini, ia bersama rekan-rekan berinisiatif untuk membantu para pengungsi memperbaiki tenda pengungsian yang porak poranda akibat hujan kering angin kencang.

“Saat itu, kami bersama teman-teman sedang liputan, kemudian kami melihat mereka sedang memperbaiki tenda dan kelistrikan, saya yang juga ahli dibidang kelistrikan, berinisiatif untuk membantu mereka, dengan memperbaiki tenda dan jalur listrik, agar mereka mendapatkan pencahayaan dan mengantisipasi bahaya kabel listrik yang bocor, “tambahnya. (* / 7ar)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *